Tapi begitu aku masuk ruang ICU,, badanku langsung gemetar dan lemas… Lily sedang dikelilingi oleh 2 dokter dan para suster.. Aku shock, dada Lily sedang ditekan2 seperti menolong jantung. Aku lihat di layar klo detak jantungnya 0…… Langsung aku menangis dan tambah lemas, tak henti-hentinya aku berdoa kepada Allah SWT untuk kesembuhan Lily.. aku dihampiri salah satu dokter dan menunjukan hasil rontgen, ” Jantungnya besar dan tidak normal, saya curiga ada kelainan jantung” saya langsung jawab klo Lily tidak punya riwayat penyakit jantung. Aku langsunghubungi ke rumah klo Lily kritis. Jam 12.10an, kondisi Lily mulai membaik.. detak jantungnya mulai normal.. aku dipersilahkan menghampirinya.. belum ada 5 menit aku disamping dia, aku lihat di layar monitor klo detak jantung lily semakin menurun, aku langsung panggil suster. Mereka mulai panik lagi dan berusaha menekan-nekan dadanya, mereka menyuntikkan obat. Aku mulai lagi gelisah, gemetar, lemas, dan menangis… Aku berdoa lagi memohon dengan iba kepada Allah SWT. tidak berapa lama Ayah Lily masuk ke ruang ICU dan bilang kepadaku kenapa tidak membangunkan dia. Aku masih menangis dan berdoa. kemudian Adik Lily masuk ke ICU. Aku karena saking lemasnya tidak kuat berdiri dan duduk sekitar 5 meter dari tempat Lily. Tiba2 aku lihat Ayah Lily menunduk dan Adik Lily menangis dengan sangat. Aku lihat suster menghampiri aku………… ” Pak, yang tabah ya, kami sudah berusaha sekuat mungkin, ibu sudah tidak ada” Astaghfirullah Alladzim… langsung aku menghampiri Lily dan menangis sejadinya, aku ciumi wajahnya dan bilang ke Lily, ” Yank, jangan pergi, nanti dedeks sama siapa?? Yank, bangun yank” aku berusaha membangunkan Lily dan menciumi wajahnya.. Aku Istighfar terus menerus dan berdoa untuk meminta mukjizat-Nya dan menolong Lily. Wajahnya saat itu masih hangat, tapi setelah aku genggam tangannya terasa dingin. Aku menangis sejadinya… Seseorang yang sangat aku cintai dan mencintaiku dengan tulus ternyata meninggalkanku.. Terasa hancur hati ini melihat kenyataan ini.Sepertinya ini adalah titik paling nadir dalam hidupku. Sepertinya tidak ada yang bisa menggantikan dia untukku, ketulusan dan kasih sayangnya… Ya Allah…. bukakan pintu surga untuknya dan tempatkan dia disisiMu seperti yang Engkau janjikan yaitu syahid, jauhkan dia dari Siksa api Neraka dan Siksa Kubur dan lapangkanlah Kuburnya. Di bagian keuangan pun aku diberitahu bahwa biaya NICU untuk dedeks bisa mencapai 3 jt perhari dan perorang, dan aku diminta untuk mencicilnya beberapa hari sekali. Dokter anakpun tidak bisa memastikan kapan dedeks bisa normal dan pulang. Ujian dan cobaan ini datang sekaligus menimpaku. Tapi demi perjuangan Lily untuk dedeks, aku harus bisa tabah dan tegar menghadapi semua ini….
Turut berduka cita yang sedalamnya bagi suami, anak-anak dan keluarga besar yang ditinggalkan. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Amin..