The Story of Dearest Lily (written by Watary Kurniawan)

The Story of Dearest LilyKisah yang mengharukan, Seorang ibu yang bertahan sesak napas bagi 3 nak kembar yang ada didalam kandungannya, hingga akhirnya tak kuat saat melahirkan, dan meninggal dunia. Berikut kisah cerita yang ditulis oleh suami, Watary Kurniawan. Beritanya juga dimuat di Warta Kota, Sabtu 13 Agusuts 2011.. Berikut cerita selangkapnya..atau bisa baca disini.. Awal pertemuan dengan Lily tahun 2000 yaitu SMU.. Tahun 2003 kita jadian setelah lulus SMU padahal kita sring berantem. Kita kuliah bareng, berangkat dan pulang bareng karna rumah kita dekat. walaupun gak ada kuliah, pasti aku anter dia kuliah. Oktober 2010 Kita menikah.. Desember 2010 kita dapet surprise karna Lily telat dan pakai testpack dan hasil positif. Cek ke dokter dinyatakan positif dengan gunakan USG transvaginal. Dua bulan sesudahnya ketika kontrol dokter dan USG, dinyatakan kembar 3.. entah Shock berupa senang atau takut kita sempat gak percaya. Gak sampai sebulan kita kontrol ke dokter lagi untuk memastikan, padahal disuruh 1 bulan sekali… Akhirnya terlihat semua bahwa ada 3 janin. Selama kontrol… Tensi dan semuanya normal seperti orang hamil lainnya. Menginjak usia kehamilan ke 4 s/d 5, kaki Lily mulai membesar.. Setiap kita kontrol, selalu kita tanya apakah normal seperti itu, dan dijawab dokter adalah normal. Sampai usia 29 Minggu tidak ada keluhan dari Lily, kita malah USG 4D dan terlihat betapa lucunya mereka. Setiap hari Lily semakin sayang dan semakin intens mengajak Dedeks ngobrol.. Lily selalu Amazing setiap dedeks gerak dan menonjol di perut.. Pernah suatu waktu kita perdengarkan musik mozart tapi dedeksnya gak suka malah bergerak menjauh dari earphone.. kita ketawa2 liat itu dan Lily bilang dedeksnya gak suka mozart tapi Hanson kaya dia, mozart malah bikin ngantuk mamanya. Hari Jum’at tanggal 5-8-2011 Lily mulai merasa sesak, sebelum itu memang terasa sesak tp gak terlalu.. karna kata orang hal itu lumrah apalagi isi 3 maka kita gakbegitu panik. Hari sabtu tanggal 6-8-2011, Lily merasakan sesak dengan sangat dan menangis. Kita langsung ke RS, setelah dicek dokte, saat itu juga harus rawat inap dan langsung pakai oksigen. Hari Minggu tanggal 7-8-2011, Lily merasa baikan dan sesak terasa berkurang, malah kita sempat mikir klo hari senin atau selasa bisa pulang. Via suster (minggu dokter gak ada), dokter bilang klo Lily harus caesar hari senin/ selasa. Tapi Lily bilang sayang klo terlalu cepat, karena dedeks masih betah di perutnya. Lily takut klo terlalu cepat nanti dedeks premature dan harus masuk inkubator, dan biayanya gak sedikit, apalagi ada bayi yang saat itu ada RS dan masuk inkubator sudah hampir 1 bulan dan sudah menghabiskan sekitar 70 jt. Lily merasa biaya tersebut terlalu besar apalagi dikalikan 3. Dengan tekad kuat, dia bilang “nanti aja tunggu seminggu lagi, biar dedeksnya sudah kuat dan matang”. Lanjut cerita ke 2, dan ke 3

About aladiw

Lahir di Jakarta, lulusan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta jurusan Sistem Informasi. Dan sekarang mengajar sebagai Dosen Praktikum di almamaternya.
This entry was posted in Cerita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.